Misagoe's Blog

its all about my life my adventure my way of life

Nano-Nano Kehidupan “NNK” (part1. mahasiswa tingkat akhir-SKRIPSI)

pada 17 Desember 2011

hidup itu selalu bertarget…
saat SD ditanyain “udah ada rencana mau lanjut di SMP mana?”
saat SMP “klo lulus mau ke SMA mana?”
SMA kelas 1 “penjurusannya apa?klo bisa IPA ya?”
SMA kelas 3 “sekarang udah lulus, mau kuliah dimana?ambil jurusan apa?”
pas kuliah “kapan mau lulus??”
*padahal ya…blm lama kuliah juga udah ditanyain lulus kapan (-__-”)
setelah lulus ditanya “kerja dimana?kapan nikah?” #sigh

itulah kenapa postingan ini disebut NNK karena ceritanya tentang kehidupan. Ini adalah part.1 tentang mahasiswa tingkat akhir yang hectic dengan kata-kata sakralnya “skripsi”. kenapa part.1 tentang mahasiswa tingkat akhir, itu karena yang terlintas dalam pikiran penulis itu dan aku baru aja ngalamin jadi masih terhitung fresh from d’oven.haha

kuliah oh kuliah..
banyak orang bilang jauh lebih enak kalau udah kuliah karena lebih bebas. Yup…itu emang bener tapi karena terlalu bebas jadinya kebanyakan maen…haha

Kuliah di semester awal itu adalah masa pencarian link dan identitas., proses adaptasi dr masa remaja anak SMA ke alam orang dewasa yang berpikir lebih logis dan bertanggungjawab *secara teoritis begitu…
oke, semester awal itu pasti menjadi masa menyenangkan karena nilai-nilai masih bagus, IP pasti tinggi. Udah masuk ke semester tengah (masuk tahun ke-2) udah mulai kenal organisasi dan keteter lah itu mata kuliah…haha

Oke, pendeknya masuk di semester akhir setelah pengejaran IPK yang mati-matian sampe ngesot-koproll-guling-guling-merangkak-manjat-manjat untuk mengejar IPK cum-cum dan sampailah pada yang namanya SKRIPSI/TUGAS AKHIR/KOMPRE dengan berbagai macam istilahnya. Pada intinya adalah penugasan terakhir atau ujian terakhir bagi mahasiswa yang mau lulus.

Yah…skripsi jadi semacam momok ketika dalam satu angkatan tiba-tiba aja udah ada yang sidang duluan terus wisuda duluan. Rasanya udah buru-buru biar ga dibalap sama adik tingkat dan mulai parno, haha.. APALAGI ada pressure dari lingkungan intern, waaa..makin hectic…

untuk penulis sendiri, kebetulan anak jurusan sosial jadi skripsi kudu turun lapangan dan penelitian dan harus kritis melihat sebuah fenomena di masyarakat. Well, itu menyenangkan tapi cukup menguras tenaga dan biaya dan tentunya pikiran karena kudu ngurus perijinan dan pintar-pintar melakukan wawancara dengan para informan kita. selain itu, kalau dosen pembimbingkita ngerasa ga cocok sama tulisan ataupun kurang puas dengan temuan kita masih kudu ngubah dan nulis lagi. Itu sungguh cukup MENGERIKAN..

Nulis skripsi itu butuh ketelatenan, kesabaran dan banyaklah berdoa untuk saving waktu konsultasi sama dosen pembimbing juga buat sidang nanti. INGAT berdoa itu jangan pas butuh aja…

Pada akhirnya sampailah saya pada acc oleh dosen pembimbing dan menuju pintu sidang, hyahaha..

Pas sidang kudu menggandakan skripsi untuk diserahkan ke 3 dosen penguji. After sidang jadilah kita orang dihujani berbagai peluru pertanyaan dan kita kudu pintar-pintar bergaya ala Matrix agar bisa menjawab dan meyakinkan dosen tentang temuan dan analisis kita.
Selesai pendadaran, kita masih ketemu dengan namanya revisi. Namanya juga revisi dan bukan menyatukan 2kepala menjadi satu kayak konsul skripsi sama dosen pembimbing tapi lebih menuruti apa yang mereka arahkan buat tulisan kita. Menyatukan dua pemikiran dosen penguji itu ga gampang tapi lucky me dapat dosen yang pemikirannya ga bertolak belakang jadi lebih mudah…*Alhamdulillah yak..

After acc revisi kita masih kudu ngJilid itu skripsi dan bikin beberapa copian juga bikin bentuk Pdf dan masuk dalam compactdisk(CD).
Oh…migod…
banyak kali keluar duit untuk tugas akhir/skripsi ini.
Tapi setidaknya kita punya karya yang bisa dikenang orang atau adik angkatan kita. Mungkin juga akan dijadikan referensi buat mereka.

tapi pertanyaannya adalah hasil penelitian kita itu engga dilirik sama pemerintah ya kayaknya?? padahal penelitian mahasiswa itu banyak penemuan yang bagus juga bisa jadi masukan untuk kebijakan pemerintah.
Sekali lagi, karya anak bangsa juga cuma mendekam di perpus jurusan atau perpus universitas aja.. hayah…


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.